Administrasi User Linux Debian
Panduan dasar pengelolaan pengguna dan grup berbasis Command Line Interface (CLI)
Sebelumnya server Debian diinstalisasi tanpa grafik. Oleh karena itu, hanya akan ada tampilan command line (CLI).
Bagi pengguna Windows mungkin tidak terbiasa menggunakan tampilan command line. Kecuali yang sudah terbiasa menggunakan DOS yang juga berbasis CLI. Pengguna DOS tentu tidak asing dengan perintah-perintah Debian CLI berikut ini.
Bagi pengguna Windows yang belum pernah bekerja dengan DOS, dengan sedikit latihan akan terbiasa menggunakan perintah-perintah berbasis CLI.
Setelah instalasi, maka Debian akan berjalan sendiri. Tampilan pertama meminta kita untuk masuk ke dalam sistem.
Sebelumnya kita telah membuat 2 akun dalam Debian ketika melakukan instalasi, yaitu:
- Akun utama (root), dan
- Akun dengan nama depan tadi.
Administrasi User
Level administrasi tertinggi ada pada akun utama sebagai super user, yaitu root. Root memiliki kemampuan untuk membuat user baru, ataupun menghapus user yang sudah ada.
Perintah adduser digunakan untuk menambahkan user baru. Caranya dengan mengetikadduser <nama_pengguna>, maka akan membuat user baru dengan nama yang sudah dimasukkan.
Setelah nama pengguna dimasukkan, maka diminta untuk memasukkan kata sandi untuk pengguna tersebut, dan informasi yang berkaitan dengannya.
Ketikkan logout untuk keluar dari sesi root.
Lalu masuk sebagai pengguna yang baru saja dibuat, dalam kasus ini nama penggunanya adalah bill dengan kata sandi gates.
Apakah terlihat perbedaan sebelumnya? Iya, perbedaanya terletak pada bagian prompt dari command line. Sebelumnya, saat kita masuk sebagai root, prompt dari command line berbentuk:
Namun saat kita sudah berganti user, dan masuk sebagai bill, maka prompt dari command line berbentuk:
Tanda ~ atau tilde, menunjukkan posisi direktori yang sedang aktif. Dalam kasus ini bill tidak aktif di direktori manapun.
Sekarang, coba logout dan masuk lagi sebagai root. Ketikkan perintah berikut,
Keluar dari bill, masuk lagi menjadi root, dan menggunakan perintah userdel –r <nama_pengguna> untuk menghapus semua data di direktori /home pengguna dan juga pengguna tersebut.
Beberapa user yang memiliki hak akses yang sama, bisa dimasukkan kedalam sebuah group. Group sangat berfungsi sehingga kita tidak perlu membatasi hak akses terhadap user satu per satu.
Untuk membuat group, ketikkan perintah berikut.
Perintahgroupadd <nama_group>digunakan untuk membuat group, sedangkangroupdel <nama_group>digunakan untuk menghapus group yang ada.
Buat dua buah group yaitu jawatengah dan jawabarat, dan buat empat user baru yaitu pati, rembang, bandung dan subang seperti yang terlihat pada contoh berikut ini :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar