Senin, 19 Oktober 2026

Administrasi User Linux Debian

Debian Server CLI

Administrasi User Linux Debian

Panduan dasar pengelolaan pengguna dan grup berbasis Command Line Interface (CLI)

Administrasi User Linux Debian

Sebelumnya server Debian diinstalisasi tanpa grafik. Oleh karena itu, hanya akan ada tampilan command line (CLI).

Bagi pengguna Windows mungkin tidak terbiasa menggunakan tampilan command line. Kecuali yang sudah terbiasa menggunakan DOS yang juga berbasis CLI. Pengguna DOS tentu tidak asing dengan perintah-perintah Debian CLI berikut ini.

Bagi pengguna Windows yang belum pernah bekerja dengan DOS, dengan sedikit latihan akan terbiasa menggunakan perintah-perintah berbasis CLI.

Setelah instalasi, maka Debian akan berjalan sendiri. Tampilan pertama meminta kita untuk masuk ke dalam sistem.

Sebelumnya kita telah membuat 2 akun dalam Debian ketika melakukan instalasi, yaitu:

  1. Akun utama (root), dan
  2. Akun dengan nama depan tadi.

Administrasi User

1. Selesai menginstal Debian, keluar tampilan debian123 login
Tampilan debian123 login
2. Masuk root dengan mengetikkan root pada debian123 login, dan passwordnya
Masuk root
3. Setelah masuk sebagai root, ketikkan clear.
Perintah clear
Level administrasi tertinggi ada pada akun utama sebagai super user, yaitu root. Root memiliki kemampuan untuk membuat user baru, ataupun menghapus user yang sudah ada.
4. Perintah adduser
Perintah adduser digunakan untuk menambahkan user baru. Caranya dengan mengetik adduser <nama_pengguna>, maka akan membuat user baru dengan nama yang sudah dimasukkan.

Setelah nama pengguna dimasukkan, maka diminta untuk memasukkan kata sandi untuk pengguna tersebut, dan informasi yang berkaitan dengannya.
bash - adduser
root@debian123:~# adduser bill
5. Perintah logout
Ketikkan logout untuk keluar dari sesi root.
Perintah adduser dan logout
6. Masuk sebagai Pengguna yang Baru
Lalu masuk sebagai pengguna yang baru saja dibuat, dalam kasus ini nama penggunanya adalah bill dengan kata sandi gates.
Masuk sebagai bill
Apakah terlihat perbedaan sebelumnya? Iya, perbedaanya terletak pada bagian prompt dari command line. Sebelumnya, saat kita masuk sebagai root, prompt dari command line berbentuk:
Prompt Root
Namun saat kita sudah berganti user, dan masuk sebagai bill, maka prompt dari command line berbentuk:
Prompt User Bill
Tanda ~ atau tilde, menunjukkan posisi direktori yang sedang aktif. Dalam kasus ini bill tidak aktif di direktori manapun.
7. Perintah userdel -r
Sekarang, coba logout dan masuk lagi sebagai root. Ketikkan perintah berikut,
Perintah userdel -r
Keluar dari bill, masuk lagi menjadi root, dan menggunakan perintah userdel –r <nama_pengguna> untuk menghapus semua data di direktori /home pengguna dan juga pengguna tersebut.
8. Perintah groupadd dan groupdel
Beberapa user yang memiliki hak akses yang sama, bisa dimasukkan kedalam sebuah group. Group sangat berfungsi sehingga kita tidak perlu membatasi hak akses terhadap user satu per satu.

Untuk membuat group, ketikkan perintah berikut.
Perintah groupadd dan groupdel
Perintah groupadd <nama_group> digunakan untuk membuat group, sedangkan groupdel <nama_group> digunakan untuk menghapus group yang ada.

Buat dua buah group yaitu jawatengah dan jawabarat, dan buat empat user baru yaitu pati, rembang, bandung dan subang seperti yang terlihat pada contoh berikut ini :
User pati
User rembang
User bandung
User subang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula

Pengenalan Linux CLI Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula Panduan ringkas dan referensi cepat daf...